Jambi, CekidotNews.id – Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GN-PK) Provinsi Jambi, Yoshe Rizal, SH., mempertanyakan transparansi dibukanya kembali usaha Helens Play Mart di pusat perbelanjaan WTC Jambi.
Menurutnya, di bukanya kembali usaha tersebut seharusnya disertai dengan keterbukaan informasi kepada publik, khususnya warga Kota Jambi, agar tidak menurunkan wibawa Pemerintah Kota Jambi.
Yang mana berdekatan dengan rumah dinas Gubernur Jambi, juga beberapa situs sejarah Jambi yang mana kota seberang, di juluki kota santri, dan juga berdekatan dengan rumah sakit bayangkara, dan sangat menghilangkan marwah kota jambi yang beradat.
“Harus ada transparansi ke publik, agar pemerintahan ini terlihat bermartabat,” ujarnya, om yos sapaan akrabnya, Rabu (14/5).

Pihak GN-PK juga menduga adanya indikasi praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) dalam proses perizinan usaha tersebut. Dugaan ini muncul dari beberapa hal yang dinilai janggal, antara lain cepatnya proses perizinan pembukaan kembali Helen’s Play Mart.
“Selain itu, merek usaha yang sebelumnya terpampang jelas di area publik, kini tidak lagi terlihat. Ini seolah-olah menunjukkan adanya upaya pengalihan pandangan publik, seakan usaha ini dibuka secara diam-diam Ada apa,” ucap Yoshe.
GN-PK juga menyoroti perbedaan sikap sejumlah pihak terkait. Sebelumnya, sejumlah lembaga seperti Lembaga Adat Melayu (LAM), Satpol PP, hingga anggota DPRD menyatakan bahwa usaha tersebut tidak bisa dibuka kembali.
“Sekarang justru dibuka. Ini menjadi pertanyaan besar bagi kami, baik secara pribadi maupun lembaga,
bagaimana sikap dari Dinas perizinan juga Disperindag,” tegasnya.
Yoshe menambahkan, pihaknya telah menyurati pihak pengelola usaha untuk meminta klarifikasi terkait hal tersebut. Namun hingga kini, belum ada jawaban yang diterima dari pihak pelaku usaha.(*/*).
